Ayo Maju, Indonesia!
Monday, 10 May 2010 00:56

Indonesia yang saat ini memiliki jumlah penduduk lebih dari 230 juta jiwa menghadapi sebuah peperangan yang tak kalah hebat dibandingkan masa lalu. Lihat saja kenyataan yang ada di lapangan. Sebagian besar masih hidup di bawah garis kemiskinan. Berbagai kalangan ketika dihadapkan pada pertanyaan bagaimana memberantas kemiskinan yang ada di negara ini mengungkapkan bahwa akar dari kemiskinan adalah kebodohan.

Sebuah hipotesis sederhana yang mungkin perlu diuji lagi mengatakan bahwa orang yang miskin adalah sebenarnya orang yang bodoh. Kebodohan juga disinyalir sebagai akibat dari faktor kesehatan yaitu kekurangan gizi yang baik. Begitu rumit dan saling berkait permasalahan yang ada di negeri ini.

Lalu apa langkah konkret yang dapat dilakukan agar kualitas sumber daya manusia yang ada memiliki keunggulan di masa depan? Perlu ada good will untuk menyelesaikan permasalahan ini. Sebuah teguran nurani bagi seluruh pihak yang ingin memajukan bangsa ini. Tentunya sistem pendidikan kita perlu mengalami transformasi besar-besaran.

Apa yang dilakukan oleh seorang Yohannes Surya dalam memajukan pendidikan dan membawa nama Indonesia ke pentas internasional agaknya sesuatu yang sangat patutu dicontoh. Dedikasi beliau terhadap pengembangan kemampuan siswa melalui serangkaian pelatihan fisika ternyata membuahkan prestasi yang luar biasa. Tim Olimpiade Fisika Indonesia ketika harus berlaga di kompetisi dunia ternyata menunjukkan bahwa anak bangsa ini penuh dengan potensi. Tak ayal, medali emas pun diraih beberapa kali. Bangsa ini punya potensi yang luar biasa hanya saja belum banyak yang sungguh-sungguh menyadarinya dan mau berbuat lebih jauh lagi.

Bila kita selalu terkagum-kagum dengan negara-negara di luar sana yang begitu produktif menghasilkan temuan-temuan hebat dan berguna bagi kemajuan bangsa, kitapun di sini sebenarnya bisa kalau kita dapat mengoptimalkan potensi yang ada.

Sebuah ungkapan menarik mengatakan “The quality of our human resources lies in the quality of their thinking.” Pembangunan mental bangsa juga perlu terjadi. Apa yang dapat kita pelajari dari negara-negara Barat untuk membangun negara kita? Kebanyakan dari mereka memiliki pola berpikir yang positif disertai dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Ini jugalah yang membedakan kita dengan mereka. Mereka selalu berusaha meningkatkan kualitas pribadi mereka dengan banyak cara.

Secara singkat dan sederhana dapat dikatakan bahwa untuk membangun bangsa ini, pembangunan sumber daya manusia mutlak diperlukan. Henry Ford sendiri mengatakan bahwa asset terbesat perusahaannya adalah People. Bila kualitas sumber daya manusianya baik maka secara otomatis perusahaan akan memiliki kinerja yang baik. Untuk mencapai hal tersebut peran serta semua pihak sangat dibutuhkan. Pembangunan mental bangsa harus berkesinambungan dibarengi dengan pembaharuan sistem pendidikan. Niscaya dalam beberapa tahun ke depan, bangsa Indonesia siap menjadi bangsa yang bertaraf hidup lebih baik hanya bila melalui proses transformasi yang benar, dijalankan dengan benar, berorientasi terhadap masyarakat dan didukung semua lapisan. Semoga!

Men Jung, MM
www.menjung.com