Training: Penting Gak Sih?
Tuesday, 16 March 2010 13:10

Sebuah organisasi yang baik dan dapat bertahan lama adalah organisasi yang memiliki kemampuan untuk terus belajar. Proses belajar adalah proses yang tidak pernah ada titik akhir. Selama organisasi tersebut ingin tetap eksis, maka proses belajar mutlak perlu dan tidak bisa ditawar-tawar. Proses belajar dalam setiap organisasi mengambil bentuknya dalam serangkaian kegiatan. Salah satu yang paling nyata adalah program pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia di dalam organisasi.

Bila program pelatihan menjadi sesuatu yang dinilai sangat penting, pertanyaan besarnya adalah siapa yang sesungguhnya membutuhkan program pelatihan dan pengembangan tersebut. Sebut saja beberapa perusahaan multinasional yang menjadi langganan dalam daftar perusahaan papan atas versi majalah Fortune seperti GE dan Citibank yang memiliki program lengkap pengembangan SDM mulai dari new recruit sampai top executives. Rangkaian development program mulai dari yang bersifat teknis terkait dengan kegiatan bisnis sampai dengan materi kepemimpinan secara umum secara rutin digelar dalam rangka menyokong kegiatan inti perusahaan. Beberapa dikemas dalam in-class program yang menghadirkan seminar dan workshop bagi para karyawan, sedang yang lain lagi dalam bentuk job rotational program dengan bimbingan dari karyawan senior yang dipercaya perusahaan. Nyata bahwa perusahaan tersebut tidak lagi sekedar melihat training sebagai sesuatu yang penting tetapi lebih mendasar lagi yaitu sebagai prasyarat dalam organisasi.

Di Indonesia, kita melihat beberapa nama perusahaan yang terbilang konsisten dalam menerapkan pelatihan dan pengembangan SDM dalam organisasi. Perusahaan seperti Astra International dengan basis bisnis di bidang otomotif misalnya, beberapa kali terpilih sebagai perusahaan dengan manajemen SDM yang baik versi beberapa majalah bisnis. Tidak hanya itu, Astra juga memiliki serangkaian program training yang merespons pada kebutuhan bisnis di organisasi tersebut. Dalam semangat yang sama, perbankan juga seakan tidak mau kalah dalam mengembangkan kompetensi karyawannya. Bank Mandiri dan BCA adalah beberapa contoh dari perbankan yang peduli pada pengembangan SDM. Pengembangan SDM dilakukan lewat pelatihan manajemen yang bertujuan mempersiapkan karyawan agar siap pakai di industri yang bersangkutan.

Kesadaran tentang pentingnya investasi untuk pengembangan SDM ternyata hanya melekat di sedikit organiasi. Berbeda dengan bagian pemasaran atau penjualan yang berimbas langsung pada kinerja sebuah organiasi secara kasat mata, sebagian organiasi  lainnya masih menilai pengembangan SDM sebagai cost center. Benarkah demikian adanya? Banyak perusahaan yang cenderung mencari individu yang siap pakai, tidak perlu pelatihan yang macam-macam. Alhasil, perusahaan tersebut mencari talent dari perusahaan lain dalam indusri sejenis. Istilah yang banyak dipakai orang adalah bajak membajak karyawan. Dengan kompetensi karyawan yang lengkap, perusahaan sekelas Citibank selalu menjadi incaran di industri perbankan.  Terang saja, Citibank seolah menjadi tempat belajar bagi mereka yang terjun ke industri perbankan. Dengan penawaran yang lebih tinggi dan karir yang menjanjikan, karyawan Citibank diajak pindah ke kapal lain. Begitulah fenomena yang terjadi. Sadar atau tidak, people dengan kompetensi lengkap di industri terkait menjadi fokus utama dalam pencarian talent di banyak organisasi. Citibank juga tidak tinggal diam, berbagai program untuk me-retain karyawan terbaiknya juga disiapkan sehingga para karyawan akan tetap setia tinggal didalam organisasi tersebut. Agaknya fenomena ini tidak akan pernah berakhir. Berebut orang-orang terbaik di dalam organisasi sudah menjadi hal yang lumrah dewasa ini. Pasalnya penawaran yang diberikan juga tidak tanggung-tanggung agar si karyawan mau berganti baju.

Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa lulusan perguruan tinggi sekalipun masih perlu melalui proses penempaan agar benar-benar siap dan sesuai dengan kebutuhan industri. Di sinilah peran bagian pelatihan dan pengembangan SDM untuk menyelesaikan pekerjaan rumah terutama dalam menyiapkan SDM yang berkualitas dan kompetitif di pasar.

Sudahkah organisasi Anda memiliki program pelatihan yang berorientasi pada pengembangan SDM Anda?

Men Jung, MM
www.menjung.com